NOSTALGIA itu Kebutuhan! Lakukanlah Sesekali!

Sebenarnya ini hanya sebuah cerita sederhana. Tapi saya merasa kalau hal ini cukup bermanfat untuk dibagikan.

Hari itu hari Rabu, hari yang cukup melelahkan dengan 4 mata kuliah yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Masih segelintir tugas, makalah serta presentasi yang masih belum cukup saya pahami cara pengerjannya.

Sebagai mahasiswa baru di sebuah Universitas swasta, yang jadwal kuliahnya apa kata dewan dosen. Saya terpaksa tidak bisa menikmati weekend karena jadwal kuliah yang membentang mulai hari Sabtu- Senin, ditambah hari ekstrakurikuler pada Rabu. Cukup melelahkan, tapi harapan kedua orang tua saya agar menjadi insan yang lebih baik dengan mantamatkan kuliah saya menjadi penjaga asa untuk rajin menghadiri mata kuliah dosen-dosen saya.

Sebagai maba, yang rambutnya botak, yang kumpulnya sesama orang botak korban Ospek kakak tingkat yang biadab! (ah maaf! mulut saya kadang lepas kendali :D) kesannya seperti gerombolan Tuyul yang menjadi penjaga kampus.

Ada  yang botaknya cling, mulus, ada yang sudah mulai lebat rambutnya, ada pula yang dicukur kembali karena dia merasa ganteng maksimal dengan potongan rambut yang tidak tampak itu.

Stress, ya saya sangat-sangat stress. Tapi beruntung ada tawa, ada guyonan teman seperjuangan yang mampu menghilangkan penat itu. Menjadi maba adalah masa yang sangat menguras pikiran, selain mahasiswa abadi yang terus-terus an berurusan dengan kata “REVISI”, semoga saya diselamatkan dari kata tersebut.

Jadi, ditengah masa stress ini, entah memang garis takdir, atau memang disengaja. Saya mendapat kontak teman lama saya. Teman SD yang melanjutkan sekolahnya di Ibukota. Sebut saja dia Miss A.

Tentu selayaknya orang yang lama tidak bertemu kami bercerita banyak. Mengingat masa lalu, mengingat kepolosan masa kecil, ah lucu, bahagia, sedih, semuanya kembali penuh menyeruak dalam ingatan.

Ya, saya bernostalgia, walau dia bukan siapa-siapa saya. Walau dia hanya teman saya. Tapi nostalgia malam itu berarti banyak. Dia sekarang bekerja tuturnya, sebagai admin di sebuah perusahaan konsultasi. Waw, itu ekspresi saya pertama kali. Masih muda tapi sudah bisa mandiri dan mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri. Selain itu dia juga bekerja sampingan sebagai penjual produk kesehatan dan kecantikan.

Kami bercerita banyak, tentang kisah masa kecil saat pulang pagi dan jemputan orang tua belum datang, tentang jalan kaki menuju rumah masing-masing karena tidak dijemput orang tua. Tentang ledekan masa kecil yang sering membuat saya naik pitam karena teman-teman memanggil saya dengan nama bapak saya.

Satu hal yang saya sadari, saya cukup bahagia waalu banyak hal pahit yang saya alami waktu kecil.

Waktu adalah obat untuk segala luka

 

ya, saya benar-benar menyadarinya. Karena nostalgia, karena momen mengingat masa lalu. Saat pribadi saya masih kucel, masa bodo sama penampilan. Masih polos, sedikit ganteng (hahahah, ini pendapat pribadi 😀 juga kata orang tua saya) tentang ledkan teman yang bilang kalau saya ini pacaran dengan ini (ah kecil-kecil sudah ngomongin cinta :D) tapi jujur, momen itu benar-benar berharga.

Nostalgia itu kebutuhan. Dengan bernostalgia kita bisa mengingat masa lalu. Mengingat kenangan yang dengan sendiri nya kita terima keberadaannya. Tentang rasa suka kepada teman melalui pandangan pertama. Ah, semuanya merekah kembali. Walau juga ada kenangan pahit, tapi yang terulas di wajah adalah senyum

“Saya sudah menerima semua kenangan itu” Ucap saya dalam hati

 

YA, waktu membuat segalanya mengalir. Membuat semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Terima kasih A kau memberiku sebuah nostalgia. Sebuah kisah klasik yang cukup membuatku lepas dari kepenatan. Semoga pekerjaanmu lancar. Dan yang terakhir semoga bisa dapet jdoh seperti yang kamu inginkan.

Kamu tak banyak berubah, juga saya. Juga kita!

BErnostalgialah! biarkan otak kalian membuka arsip-arsip lama yang tersimpan. KEnangan ada sebagai pelajaran. Sebagai batu loncatan untuk menggapai masa depan yang lebih baik 🙂

36199933_964018073779649_5893656313728073728_nDitulis oleh  AM Rahman, seorang yang masih berjuang menaklukkan dirinya serta memberikan kontribusi terbaik bagi sesama manusia 🙂

Penulis bisa dihubungi melalui tautan kontak di web pribadinya http://www.rahmankamal.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s